Namaku andra yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di kota X, lahir dari keluarga yg sangat pas pasan dengan 8 orang bersaudara, penghasilan orang tua yang tidak mungkin cukup membiayai kami, memaksa aku mencari kerja tambahan untuk bisa menyelesaikan studiku.Walhasil saat itu ada sepupu yang punya modal untuk beli beberapa unit komputer dan kami bersama-sama membangun sebuah tempat pengetikan komputer, tempatnya lumayan strategis, selain karena kurangnya saingan, saat itu komputer masih jarang dimiliki oleh sebagaian besar mahasiswa, mengandalkan pengalaman di kampus dan strategi bisnis yang jitu serta service yang memuaskan, tempat rental kami menjadi tempat rental terfavorit, ditambah lagi karena kami juga mengerjakan skripsi untuk S1 dan S2 jurusan non-eksacta, walaupun aku sendiri saat itu belum dapat gelar S1.
Berawal dari sinilah aku akrab sama seorang mahasiswi, Gadis itu Bernama Anna, orangnya alim, ramah dan juga cantik. Aku yakin siapapun akan menyukainya termasuk keluargaku, maklum dia alumni dari pesantren yang telah banyak melahirkan da’I kondang di daerah ini. sangat jarang bergaul sama laki-laki kecuali muhrimnya, ini juga yang membuatku sangat tertarik ingin memilikinya. Perjuanganku tidaklah muda karena baru aku tau saat itu dia ternyata sudah punya pacar, jadi aku harus bersabar untuk mengambil hatinya, lebih lebih aku hanyalah lelaki MAMA PAPA (Modal Muka Pas- Pasan). Pucuk di cinta ulangpun tiba, saat itu dia minta diajarin belajar komputer, dan bagiku inilah kesempatan emas dan aku tidak akan sia-siakan.
Pendek cerita aku berhasil memilikinya setelah dia putus dengan pacarnya. dua kali ramadhan aku lalui dengan dia, dan inilah saat-saat paling bahagia dalam hidupku, pergi taraweh bersama dan bahkan sholat subuhpun sama-sama kalo lagi sempat, kerena kebetulan tempat kostnya tidak jauh dari tempat tinggalku.
Aku sudah mengenal baik keluarganya demikian juga sebaliknya. Sampai aku pernah berpikir mungkin dialah jodohku kelak. Bulan agustus 2004 aku di wisuda dan dia adalah salah satu orang yang turut berbahagia atas keberhasilanku menyelesaikan studiku. Pekerjaanku sebagai tukang ketik masih aku lanjut, sambil ngelamar sana sini karena terus terang pekerjaan jadi tukang ketik tidak menjanjikan apa apa untuk masa depan.
Hampir 6 bulan aku hidup dengan status pengangguran, dan akhirnya aku diterima di salah satu perusahaan, gajinya lumayan tapi resikonya aku ditempatkan di luar kota yang lumayan jauh dari kotaku. Disinilah awal bencana hubunganku dengan dia, jarak membuat hubungan kami semakin jauh, meskipun masih sering komunikasi.
Jodoh memang rahasia Tuhan, setelah datang laki-laki kelima yang ngelamar dia, anna hubungi aku dan bertanya apa yg dia harus lakukan, aku nda bisa langsung jawab pertanyaannya, aku minta waktu satu hari untuk memikirkan itu. Masalah ini aku harus tanggapi dengan bijak.
Dilain pihak aku tidak bisa menjanjikan apa-apa karena keadaanku saat itu yg memang tidak memungkinkan untuk bisa nikahi dia. Adikku masih sekolah semua, selain aku turut membantu mereka, darimana aku dapat biaya untuk kawin sementara aku tau harga perempuan bugis seperti dia tidaklah murah, aku nda mau menambah beban dalam keluargaku.
Keputusan berat harus aku ambil, setelah melalui satu malam tidak bisa tidur karena berpikir, aku putuskan untuk merelakan dia jadi milik orang, dengan harapan mungkin dia bisa lebih bahagia dengan laki-laki itu karena aku sadar cinta tidaklah cukup untuk bisa membahagiakan dia kelak.
Beberapa bulan kemudian aku di mutasi ke kotaku. 1 minggu sebelum pernikahannya dia datang menemui aku, aku tak tau harus berbuat apa, sorot matanya tajam dan penuh makna, aku tak sanggup menatapnya dan sampai sekarang aku tak tau apa arti dari sorot mata itu, dalam hati aku berucap… yaa Allah kuatkanlah hambamu menerima cobaan ini. Jika dia memang bukan jodohku, kenapa kau hadirkan dia dihadapanku yaaa Allah, saat2 akhir dia akan menjadi milik orang, yang datang tinggal hanya menyerahkan sepucuk surat undangan pernikahannya.
Hari H perkawinannya sudah tiba, aku memang sengaja tak datang, takut terjadi sesuatu disana, hanya sebaris pesan singkat saya sampaikan lewat handphone sony ericson T-110ku mudah2an dia berbahagia. Nasi sudah jadi bubur, impian memiliki gadis yang bernama Anna harus aku kubur dalam dalam. Aku harus bangkit, toh dia bukanlah satu-satunya perempuan di dunia ini. aku kembali menjalani aktifitasku seperti biasa.
Tiga tahun berlalu, aku sudah tinggalkan semua kenangan bersama dia dan kotaku tercinta, mengadu nasib di sebuah kota industri yang lumayan pesat perkembangannya dan menjanjikan untuk aku sebagai seorang sarjana teknik, untuk bisa memanfaatkan ilmuku yang aku dapat di bangku kuliah. Berharap bisa mengubur semua kenangan bersama dia dan menggapai masa depan yang lebih baik.
Hari minggu waktu aku baru saja merapikan kamarku, tiba-tiba masuk pesan singkat di HPku yang saat itu sudah berganti Nokia N73 ME, “Kak aku di sini sekarang ikut suamiku yang pindah kerja kesini… dari Anna”, langit tiba-tiba aku rasa hitam kelam, yaaa Allah setelah 3 tahun dia kau hadirkan lagi yaa Allah, dengan status istri orang dengan anak satu. Dunia sungguh kejam, kenapa engkau ditakdirkan dekat denganku tanpa bisa aku miliki anna...%$%*(@#$%^%&……..
AY(BSAJ, 18/06/08).


1 comment:
so sweet.........
Post a Comment